
Yogyakarta,suarainfo.com- Yogyakarta kembali bergelora. GMKR DIY menggelar Syawalan dan konsolidasi, Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini mempertemukan 26 elemen lintas sektor. Mereka datang dari akademii, ulama, advokat, hingga purnawirawan TNI.
Suasana terasa khidmat, namun penuh tekad. Iskundarti memandu acara dengan tenang. Sementara itu, para tokoh duduk berdampingan, menunjukkan persatuan. Dengan demikian, forum ini menjadi simbol kebangkitan gerakan rakyat.
Jenderal TNI (Purn.) Tyasno Sudarto langsung menyoroti komitmen Prabowo. Ia menegaskan bahwa janji politik pernah disepakati. Namun kini, realitas berbicara lain.
“Prabowo tidak menepati janji,” tegasnya.Oleh karena itu, kekecewaan pun mencuat di forum tersebut.
Selanjutnya, H.M. Syukri Fadloli menilai arah kepemimpinan berubah. Ia melihat adanya kompromi politik yang merugikan rakyat. Bahkan, kekuasaan dinilai mulai mendominasi keputusan strategis.
Rizal Fadilah membakar semangat peserta. Ia mengajak semua elemen bersatu. Selain itu, ia menegaskan pentingnya melawan dominasi oligarki.“Tegakkan hukum dan reformasi Polri,” serunya.Dengan demikian, GMKR memposisikan diri sebagai motor perubahan.
Forum menyepakati satu sikap. Mereka menilai kepemimpinan saat ini melenceng dari janji rakyat. Oleh sebab itu, gerakan akan terus mengawal arah bangsa.
Kini, momentum telah tiba. Rakyat diajak bersatu. Tidak hanya diam, tetapi juga bertindak. Karena itu, kedaulatan harus direbut kembali.
Gabung bersama gerakan rakyat. Suarakan keadilan. Ikuti perkembangan GMKR DIY melalui kanal resmi dan jadilah bagian perubahan. (*).




























































































































































Tinggalkan Balasan