
Yogyakarta,suarainfo.com – Yogyakarta kembali berdenyut hangat pada Kamis (5/12/2025). Dari halaman Amongrogo, aroma kuliner warga, tawa anak-anak, dan irama gamelan berpadu menjadi lanskap budaya yang menyapa siapa saja yang melangkah masuk. Gelar Potensi Budaya Yogyakarta 2025 dibuka dengan ajakan sederhana: kembali pulang pada permainan, kebersamaan, dan jati diri.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi, menyampaikan bahwa 10 kalurahan budaya turut hadir menampilkan potensi terbaiknya. Mereka datang dari Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Sleman,setiap wilayah membawa cerita, kuliner, kerajinan, dan pengetahuan tradisi yang tumbuh dari tanahnya sendiri.
Di arena dolanan, 26 kontingen putra dan putri bertanding dalam permainan gobak-sodor. Para pemenang nantinya akan menerima uang pembinaan, piagam, dan pelakat,sebagai bentuk penghargaan atas semangat menjaga permainan yang pernah menjadi denyut masa kecil banyak orang.

Di luar GOR Amongrogo, pengunjung disambut “Pasar Warga” kuliner lokal, kriya kelurahan budaya, hingga ruang belajar meronce melati dan janur.
Sementara di “Panggung Warga”, atraksi kesenian tradisional mengalun, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar pertunjukan, melainkan napas hidup komunitas.

Mewakili Sekda DIY, Didi Wardoyo menegaskan pentingnya nilai permainan tradisional sebagai sarana membangun kebersamaan. Acara ini menjadi ruang bahagia yang memperkuat jati diri Yogyakarta sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. (Raja).
Editor: (R.M.Neutron Aprima).
























































































Tinggalkan Balasan