
Bantul,suarainfo.com-ASKRINA menyelenggarakan Syawalan dan Halal Bihalal di Bantul, Sabtu (11/4/2026). Panitia langsung merangkaikan acara ini dengan launching UNDAGI 2026.Kegiatan ini mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan kolaborasi antar kriyawan.
Panitia menjadikan Syawalan sebagai momentum kebangkitan kriya. Mereka tidak hanya bersyukur, tetapi juga langsung bergerak.

Ketua panitia, ASKRINA, Dr. Arif Suharson, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar tradisi. Ia menyebut momentum ini sebagai wujud syukur sekaligus langkah awal program berkelanjutan.“Setelah pameran sukses, kami bersyukur dan langsung menyiapkan langkah berikutnya,” ujarnya.

ASKRINA resmi meluncurkan UNDAGI 2026. Event ini akan rencananya digelar pada November 2026 mendatang di Taman Budaya Yogyakarta.Peluncuran ini sekaligus membuka ruang partisipasi bagi kriyawan Indonesia.

ASKRINA mengusung tema “Unbound”. Tema ini mendorong seniman keluar dari batas lama.Kriyawan bebas mengeksplorasi ide, teknik, dan medium. Namun, mereka tetap menjaga akar budaya.

Acara ini diawali menghadirkan peserta dari berbagai daerah seperti Padang, Solo, Surabaya, dan Bandung.Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jaringan antar kriyawan. Bahkan, anggota baru terus bertambah.

Ketua ASKRINA Agus Sriyono menyebut jumlah anggota kini mencapai lebih dari 140 orang secara nasional. ASKRINA memadukan dua kekuatan utama. Pertama, kriyawan akademisi. Kedua, pengrajin autodidak. Kolaborasi ini melahirkan karya unik sekaligus memperkaya diskusi seni kriya.Dengan kata lain, kriya tidak lagi eksklusif. Siapa pun bisa berkarya selama memiliki karakter kuat.


UNDAGI bukan sekadar pameran. Event ini akan menghadirkan workshop, diskusi, hingga gallery tour.
Bahkan, banyak pelaku seni menyebut UNDAGI sebagai “Lebaran Kriya”.

Karena itu, ajang ini menjadi ruang temu, berbagi ide, dan memperluas jejaring nasional.




ASKRINA memilih lokasi di kawasan Dewi Gumi, Bantul karena suasananya alami dan nyaman.Tempat ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi para kriyawan.Selain itu, lingkungan desa memberi inspirasi kuat bagi perkembangan karya seni.

ASKRINA mengajak masyarakat mendukung kriya lokal.Dengan membeli dan mengapresiasi karya, masyarakat ikut menjaga budaya Indonesia.(Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).
.




























































































































































Tinggalkan Balasan