
Sleman, suarainfo.com – Sleman kembali bersiap.
Kini, Pemerintah Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan mematangkan langkah. Secara bertahap, akses jalan menuju Museum dan Petilasan Mbah Marijan diperbaiki. Dengan demikian, Labuhan Ageng Merapi menyambut waktu dengan lebih tenang.

Lebih lanjut, Lurah Umbulharjo Danang Sulistya Haryana menegaskan pentingnya perbaikan ini. Jalan halus, kata dia, memperlancar prosesi adat sekaligus menghadirkan rasa nyaman bagi peziarah dan wisatawan.
Sementara itu, pengaspalan dilakukan oleh DPUPKP Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, jalur utama menuju kawasan ritual kini lebih aman, rapi, dan layak dilalui.
Selanjutnya, Danang menjelaskan bahwa Labuhan Ageng Merapi mengikuti kalender Jawa dan siklus delapan tahunan. Karena itu, pelaksanaannya umumnya jatuh pada Januari atau Februari. Terakhir, ritual agung ini digelar pada 2018, sedangkan Labuhan Alit rutin hadir setiap bulan Rejeb.
Untuk tahun 2026, rangkaian Labuhan Ageng dijadwalkan 19–20 Januari. Pada hari pertama, ubarampe diserahkan Keraton Yogyakarta kepada Kapanewon Cangkringan. Kemudian, prosesi labuhan berlangsung keesokan harinya, diawali pendakian Srimanganti sejak pagi.
Dengan infrastruktur yang kian baik, Umbulharjo berharap ritual berjalan khidmat. Lebih dari itu, Merapi diharapkan kembali menghidupi pariwisata dan ekonomi warga.
Mari rawat tradisi, jaga jalan budaya, dan sambut Merapi dengan kesadaran bersama. (Raja).
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red).





























































































Tinggalkan Balasan