
Yogyakarta-suarainfo.com- Ratusan jamaah hadir, lalu bersimpuh khusyuk, serta meresapi makna perjuangan dalam Haul ke-171 Bendoro Pangeran Haryo Diponegoro di Monumen Diponegoro, Yogyakarta, Kamis Kliwon (8/1/2026).

Acara ini digelar Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi), sekaligus menjadi ruang penyembuhan batin, penguatan nilai, dan perawatan warisan jiwa bangsa.
Melalui doa bersama, jamaah merawat ingatan kolektif bangsa.Selain itu, panitia menyalakan kembali nilai perjuangan yang menyejukkan jiwa.





Selanjutnya, doa bersama mengalir tenang. Khataman Al-Qur’an, sholawat, tahlil, istighosah, hingga mauidhoh hasanah membingkai acara dengan energi spiritual yang menyejukkan. Karena itu, haul ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan perjalanan, ruhani yang menguatkan kesadaran kolektif.



Selain itu, tema “Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan” mengajak masyarakat meneladani keberanian, keikhlasan, dan keteguhan Diponegoro. Bahkan, seni hadroh dan angklung menambah harmoni, lalu menyatukan budaya, iman, dan empati sosial.

Ketua Panitia, R. Dwi Akseptoro TY, menegaskan bahwa haul ini menjadi ajakan aktif untuk meneladani keberanian, keikhlasan, dan keteguhan Pangeran Diponegoro.
Lebih lanjut, Patra Padi menegaskan bahwa spirit Diponegoro hidup di seluruh Nusantara.
Akhirnya, haul ini mengajak lahirnya Diponegoro-Diponegoro muda yang sehat jiwa, jernih nurani, dan setia mengabdi kepada Ibu Pertiwi.

Sementara itu, Patra Padi mengumumkan kepemimpinan baru periode 2025–2029. Pergantian ini menegaskan bahwa semangat Diponegoro hidup lintas daerah, menyapa Nusantara, serta terus menumbuhkan harapan. (Raja).
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red).
























































































Tinggalkan Balasan