
Yogyakarta,suarainfo.com-Irama Tjitra kembali menghidupkan panggung seni Yogyakarta melalui pertunjukan Langen Mandra Wanara’ Megananda Senopati pada HUT ke-76, Rabu malam, (10/12/ 2025), di Dalem Suryowijayan Gading. Pertunjukan yang berlangsung pukul 18.30–21.00 WIB itu segera memadati halaman dalem dengan ratusan warga, mahasiswa, serta seniman lintas komunitas.


Sebagai langkah awal, pertunjukan ini hadir bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang pemulihan rasa, tempat masyarakat kembali menyentuh akar tradisi setelah jeda panjang pascapandemi. Melalui gerak yang ritmis dan tembang yang lembut, para penari seakan mengajak penonton untuk kembali bernapas bersama budaya.


Irama Tjitra mempersembahkan pementasan seni Langen Mandra Wanara, sebuah karya inklusif yang memadukan tari jengkeng, tembang Jawa, dan estetika gerak klasik. Pertunjukan ini sekaligus menjadi momentum peringatan ulang tahun sanggar yang telah menjaga warisan seni selama lebih dari tujuh dekade.
Acara ini lahir dari kolaborasi Irama Tjitra dengan Program Inovasi Seni Nusantara Kementerian Pendidikan Tinggi bersama tim dosen UGM dan UNY. Kolaborasi tersebut menghadirkan 20 penari dan 14 penabuh gamelan yang mengeksekusi gerak jengkeng dan tembang Jawa dengan presisi.

Panitia Penyelenggara, Adi Surya Pradana, menyebut kolaborasi membuat persiapan berjalan efisien. Kendala teknis kecil sempat muncul, tetapi tim segera menanganinya. Adi menegaskan bahwa sebagian kostum baru berasal dari dana peningkatan aset program, sehingga kualitas visual panggung meningkat.


Selain itu, pertunjukan ini kembali membuka ruang bagi penonton muda untuk mengenal budaya. Banyak mahasiswa dan warga luar sanggar hadir karena informasi yang menyebar cepat. Dari melihat lalu memahami, mereka diharapkan akhirnya mencintai seni Jawa.
Adi menegaskan bahwa pementasan ini membuktikan pentingnya sinergi. Sanggar kecil sekalipun dapat berkarya besar ketika bekerja bersama. Ia berharap pertunjukan ini kembali menggerakkan pemangku kebijakan untuk membuka akses hibah dan ruang seni pascapandemi.(Raja).
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red).
























































































Tinggalkan Balasan