
Yogyakarta,suarainfo.com-ICRSE 2025 UIN Sunan Kalijaga resmi digelar di Ruang Rektorat Rabu, (3/12/2025). Konferensi ini menyatukan sains dan nilai iman untuk menjawab tantangan digital dan krisis iklim. UIN Sunan Kalijaga menggelar acara ini secara daring dan gratis bagi publik.



Prof. Noorhaidi, menegaskan bahwa ilmu harus berpijak pada nilai kemaslahatan. Ia menekankan paradigma integrasi, interkoneksi sebagai dasar inovasi yang beretika. Tahun ini, konferensi menghadirkan 360 presenter dan pakar dari Kolombia dan Paris. Prof. Olga Lucía Castiblanco Abril (Kolombia) dan Luis Castillo (Université Paris Cité/University of Costa Rica).

Selain itu, Konferensi ini membuka ruang publikasi prosiding terindeks Google Scholar. Dengan demikian, ICRSE 2025 memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai pusat dialog sains dan agama.

Ketua panitia, Dr. Muhammad Jafar Luthfi, mengungkapkan bahwa ICRSE telah menjadi Konferensi unggulan karena konsisten menyuarakan integrasi Islam, sains, dan pendidikan. Tahun ini, sebanyak 360 presenter dan 123 peserta pasif berpartisipasi. Mereka membahas topik mulai dari pendidikan, biologi, matematika, teknik, hingga studi agama dan sosial.

Sementara itu, Direktur Cintra, Prof. Eva Latipah, menekankan pentingnya ilmu saling menyapa. Menurutnya, psikologi, agama, medis, dan teknologi perlu bekerja bersama untuk memahami persoalan manusia. Ia menambahkan, bahwa konsep integrasi,interkoneksi UIN kini semakin menarik perhatian lembaga luar negeri, menguatkan perspektif global bahwa dialog antara iman dan sains semakin relevan di era krisis iklim.


Dengan demikian, ICRSE 2025 tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga menjadi gerakan untuk melahirkan ilmu yang beretika, inovatif, dan berpihak pada masa depan keimanan bersama.(Raja).
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red).
























































































Tinggalkan Balasan