
Yogyakarta,suarainfo.com-Langit Yogyakarta terus menumpahkan hujan. Kadang deras, kadang rintik, tapi tak pernah absen.
Pemerintah Kota Yogyakarta segera bergerak. BPBD Kota Yogyakarta siaga penuh 24 jam, menjaga agar masyarakat tetap aman dari ancaman banjir dan pohon tumbang.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menegaskan pentingnya kewaspadaan.
“Kami imbau warga tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem. Antisipasi sejak dini jauh lebih baik,” ujarnya.
BPBD memasang alat telemetri di Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo, hingga hulu di Ngentak, Sleman.
Alat ini memantau tinggi air dan memperingatkan warga lebih awal. Saat air naik dua meter, sirine peringatan dini langsung aktif.
“Begitu sirine berbunyi, warga bisa segera bertindak,” kata Nur menegaskan.
Warga Yogyakarta bergerak bersama. Mereka membersihkan selokan, memangkas pohon lapuk, dan memperbaiki rumah tak layak.
Pemkot Yogyakarta pun mendukung lewat program bersih-bersih sungai dan bedah rumah untuk mencegah banjir serta rumah roboh.“Kegiatan itu sangat membantu tugas kami,” ungkap Nur
Pada 30 Oktober 2025, Pemkot Yogyakarta akan menggelar Apel Siaga dan Deklarasi Jogja Menuju Tangguh Bencana.Kegiatan ini melibatkan unsur pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.Tujuannya memperkuat sinergi dalam pengurangan risiko bencana. “Ketangguhan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya

Ketua Forum Kampung Tangguh Bencana Kota Yogyakarta, Tri Handoko, menyebut seluruh 169 kampung di Jogja telah memiliki KTB aktif. Setiap kampung memiliki 30 anggota terlatih, lengkap dengan kemampuan komunikasi radio, penyelamatan, hingga logistik.“Kami sudah melakukan simulasi di tiap kampung. Semua tahu siapa berbuat apa saat bencana datang,” ujar Handoko dengan nada mantap.
Yogyakarta kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang tangguh dan gotong royong. Dari kerja bakti di selokan hingga sirine sungai yang berdering, semangat warga menjadi bukti bahwa ketangguhan lahir dari kebersamaan.(Raja)
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red)






























































Tinggalkan Balasan