Soal Program Waste to Energy, Danny Sudah Jadikan Makassar Pioner Indonesia, Appi-Cicu...

Soal Program Waste to Energy, Danny Sudah Jadikan Makassar Pioner Indonesia, Appi-Cicu ?

74
0
BERBAGI
Ketgam: Debat Kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2018, di Hotel Clarion, Jumat (16/3/2018) malam

Suarainfo.com, Makassar — Program pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) terkesan jauh tertinggal dari prestasi yang telah diraih petahana Wali Kota, Moh Ramdhan Pomanto.

Hal ini tercermin saat debat kandidat yang diinisiasi oleh KPU Makassar di Hotel Calrion, Jalan AP. Pettarani, Makassar, Minggu (16/3/2018) malam.

Berawal saat Appi, sapaan Munafri Arifuddin diberikan pertanyaan oleh mederator, Iqbal Sultan soal mengatasi kebersihan dan sampah yang volumenya tiap tahun bertambah.

Menanggapi pertanyaan moderator, Appi langsung mengkritik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Kecamatan Antang. Menurutnya, TPA di Antang tidak boleh dibiarkan begitu saja dan semestinya ada peningkatan.

“Tempat pembuangan akhir yang ada di Antang, ini tidak bisa dibiarkan seperti ini saja. Harus dilakukan penanganan yang maksimal terhadap pengolahan sistem sampah,” kata Appi.
“Banyak hal yang bisa kita lakukan, seperti Waste to Energy. Sekali lagi Waste to Energy. Ini harus kita laksanakan dan mengudakasi seluruh masyarakat untuk menjadikan sampah bukan musuh, tapi sampah akan memberikan inkam,” lanjutnya.

Bahkan, dalam kritikannya juga seolah mengapreasiasi kesuksesan Danny. Pasalnya program Bank Sampah Makassar yang sudah duakui sebagai pioner Indonesia, barulah dicanangkan Appi-Cicu.

“Di Makassar ini ada yang namanya bank sampah. Bank sampah ini adalah salah satu solusi untuk meberikan penyelesaian masalah sampah yang ada,” ucapnya.

“Sampah-sampah yang ada di Kota makassar ini tidak boleh dijadikan hal-hal yang merugikan masyarakat. Tidak boleh dijadikan alat untuk memberatkan kehidupan-kehidupan masyarakat. Kembali saya sampaikan bahwa solusi yang terbaik adalah waste to energy,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Indira Mulyasari Paramstuti hanya tersenyum manis. Dalam pernyataanya mengesankan bahwa apa yang disampaikan Appi sudah menjadi keberhasilan Danny Pomanto di periode pertamanya.

“Wah. Kalau seandainya kami punya tongkat ajaib. Ting, satu kali bunyi semuanya beres. Tapi ini tidak mendidik, semua harus berproses. Hidup pun juga harus berproses, jadi proses – proses inilah yang nantinya akan menjadi proses kedepannya ini menjadi sebuah hal yang besar,” kata eks Wakil Ketua DPRD Makassar

Sementara Danny yang diberikan kesempatan langsung menyampaikan tanggapan bak “pukulan telak mematikan”. Danny langsung menjelaskan data-data secara rinci, bahwa apa yang dicanangkan Appi-Cicu sudah menjadi keberhasilan Kota Makassar.

Danny menyampaikan secara terbuka, bahwa Waste to Energy sudah lama dijalankan di Kota Makassar. Bahkan sudah teruji dan menjadi percontohan Indonesia secara umum.

“Waste to Energy itu pionernya Indonesia, Kota Makassar. Anda baru bicara kita sudah kerja. Makassar itu ujung tombaknya Waste to Energy, terlambat ngomongnya,” tegas Danny.

Sementara Bank Sampah, adalah program yang sudah lama dilakukan Danny di periode pertamanya. Bahkan menjadi peringka pertama Bank Sampah se Indonesia.

“Bank sampah itu. Makassar itu rangking pertama Bank Sampah di Indonesia. Orang semua belajar di sini. Terlambatki,” lagi-lagi Danny melayangkan jawaban “Skak Mat“.

Untuk retribusi sampah, Danny kembali meberikan tantangan kepada Appi-Cicu. Bagaimana tidak, belum ada Kota di belahan dunia yang tidak memungut retribusi sampah. Pasalnya hal ini memang masalah yang harus serius diatasi.

“Dan kalau ada tidak berbayar sampah, tunjukan di dunia kalau ada tidak berbayar,” tandas Danny.(*/rls)

Editor: admin

TIDAK ADA KOMENTAR