Sekretariat DPRD Makassar Gelar Diskusi Publik, Kreativitas Pemuda Milenial Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Sekretariat DPRD Makassar Gelar Diskusi Publik, Kreativitas Pemuda Milenial Dalam Pemberdayaan Masyarakat

78
0
BERBAGI

Suarainfo.com, MAKASSAR – Sekretariat Dewan DPRD Makassar bagian Hubungan Masyarakat menggelar Diskusi Publik “Kreativitas Pemuda Milenial Dalam Pemberdayaan Masyarakat” di Hotel Tree, Jl. Pandang Raya, pada Rabu (14/11/2018).

Hadir sebagai narasumber Sekertaris Pansus Ranperda Kepemudaan Hamzah Hamid, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ahmad Hendra dan  Akademisi Universitas Bosowa (Unibos) Makassar Dr. Amir Sadiq.

Dalam pemaparannya, Hamzah Hamid mengatakan, Ranperda Kepemudaan ini hadir untuk menjadi payung hukum bagi kelompok pemuda yang ada di kota Makassar untuk memberikan bimbingan dan arahan sehingga para pemuda yang merupakan harapan bangsa, penurus cita cita bangsan tidak menjadi salah arah.

“Inilah yang menjadi konsep Ranperda Kepemudaan dengan melibatkan pokok pikiran dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, karena semakin banyak kita berfikir semakin bagus perencanaan kedepan untuk melahirkan Perda Kepemudaan,” terang Hamzah Hamid.

Sementara, Kadispora Kota Makassar Ahmad Hendra mengatakan, pemuda saat ini ada tiga poin yang harus menjadi perhatian

“Pertama adalah pemuda adalah generasi yang tangguh, kedua agen perubahan dan yang terakhir adalah menjaga nilai-nilai budaya dan ideologi bangsa,” paparnya.

Lebih lanjut, pemeritah Kota Makassar saat ini sangat fokus mempersiapkan anak muda untuk lebih produktif dengan cara berwirausaha. Salah satu contoh, Dispora Kota Makassar saat ini telah membuat suatu gerakan untuk pemuda-pemuda di Kota Makassar.

“Gammara (Gerakan Anak Muda Makassar Berwirausaha). Ini dilakukan untuk bagaimana anak-anak muda saat ini mampu membuka peluang untuk berwirausaha,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Unibos Makassar Dr Amil Sadiq lebih menekankan kepada pemuda saat ini untuk tida melupakan nilai-nilai budaya.

“Pemuda harus lebih mengedepankan pengembangan moralitas. Jangan terlalu tabu dengan petuah-petuah tokoh masa lalu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemuda yang saat ini hidup di era modernitas agar tidak melupakan kearifan lokal.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan,” tandasnya.(*)

Editor: admin

TIDAK ADA KOMENTAR