Peserta Diklat LAN RI Antang Santuni Janda Miskin di Takalar

Peserta Diklat LAN RI Antang Santuni Janda Miskin di Takalar

97
0
BERBAGI
Ketgam: Peserta Diklat LAN Antang gelar aksi peduli sosial di Kabupaten Takalar

Suarainfo.com,TAKALAR– Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan XVIII Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia (RI) Antang, Makassar melakukan aksi peduli sosial terhadap sejumlah janda miskin di Kabupaten Takalar, pada Minggu (25/3/2018).

Diwakili dosen LAN RI, Muhammad Yunus didampingu salah satu peserta diklat Firman Pagarra, dan aparat kepolisian dari Polsek Pallanga, peserta peserta Diklat LAN RI Antang memberikan bantuan berupa bahan-bahan makanan, minyak goreng, peralatan dapur, alat salat, sarung, pakaian, dan uang tunai.

Batuan tersebut diserahkan kepada lima orang janda miskin dan satu keluaga tidak mampu, di beberapa wilayah berbeda di Kabupaten Takalar. Tiga diantaranya merupakan warga Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang.

“Apa yang lakukan hari ini adalah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat kita yang kurang beruntung. Mudah-mudahan ini bisa mengetuk pintu hati yang lain ataupun pemerintah setempat. Agar kiranya mau ikut membantu meringankan beban mereka. Karena kita lihat kondisinya sangat memperihatinkan,” kata Muh Yusuf, melalui rilis yang diterima Suarainfo.com, pada Senin (26/3/2018)

Sementara itu, Daeng Basse (80), salah satu janda tua yang hidup seorang diri di rumah panggung tanpa kamar itu mengungkapkan, bantuan yang terimanya hari ini, sangat bernilai. Pasalnya untuk sekedar membeli beras, selama ini ia hanya bergantung dari hasil mengayam karpet.

“Terima kasih banyak nak. Saya bersyukur sekali. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian dengan rezeki yang melimpah,” tutur Daeng Basse, dengan dialek daerahnya

Diketahui untuk menyambung hidup, Daeng Basse mengandalkan kemampuannya dalam menganyam karpet. Namun karena usia yang tidak lagi muda, dalam satu minggu ia hanya bisa membuat satu karpet, yang kemudian dijual seharga Rp35 ribu.

Hasil penjualan karpet inilah yang ia gunakan untuk membeli bahan makan, seperti beras. Karena hingga saat ini, ia tidak kunjung beruntung untuk mendapatkan bantuan beras gratis dari pemerintah.

“Saya tidak pernah dapat beras miskin (sekarang dikenal dengan istilah beras sejahtera). Jadi kalau beras harus beli, tapi kadang-kadang juga di kasih sama tetangga. Jadi sekali lagi terima kasih nak,” ucapnya sambil tersenyum.(*/rls)

Editor: admin

TIDAK ADA KOMENTAR