Makassar Disebut Punya Pemimpin Peduli Ekonomi Kreatif

Makassar Disebut Punya Pemimpin Peduli Ekonomi Kreatif

92
0
BERBAGI
Foto: Wawali Makassar, Syamsu Rizal

Makassar, Suarainfo.com—Geliat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar menjadi perhatian pelaku ekonomi kreatif nasional.

Salah satunya adalah Founder Kendari Kreatif, Rendra, menilai progress Makassar dalam membangun ekonomi kreatif tidak lepas dari peran aktif Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal.

Hal tersebut diungkapkan Rendra saat menjadi pembicara Talkshow Ekonomi Kreatif di Bia Cafe Pasar Segar Panakukkang, Minggu 15 Oktober 2017.

“Andai bisa memilih, saya akan pilih pindah ke Makassar. Karena pemimpinnya sangat peduli ekonomi kreatif, di Kendari tidak seperti ini pemimpinya,” kata Rendra.

Di mata pria yang aktif sebagai motivator ekonomi kreatif ini menilai Wakil Walikota Makassar tidak sekedar sebagai seorang politisi tetapi juga pemimpin yang dekat dengan warganya termasuk para pelaku ekonomi kreatif.

Di Makassar terjalin keselarasan antara komunitas kreatif dengan pemerintah kota.

“Buktinya sebagai Wakil Walikota ia mau datang kumpul bersama di sini, mendengarkan keluh kesah kita semua. Bahkan beberapa kali menjadi pembicara utama pertemuan nasional kota kreatif. Makassar harus bangga punya pemimpin seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal (Deng Ical) mengatakan, pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar bukan andil utama pemerintah. Tetapi pelaku ekonomi kreatif itu sendiri.

Pemerintah lebih pada fungsi sebagai motivator dan mengoptimalkan berbagai potensi masyarakat untuk berkembang. Keberhasilan pemerintah adalah jika mampu melahirkan partisipasi masyarakat.

“Jadi biar jago bagaimana program kalau tidak dapat dukungan masyarakatnya, maka tidak akan mampu mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar pria yang akrab disapa Deng Ical

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif adalah penciptaan nilai tambah berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, warisan budaya dan teknologi informasi.

Ia mencontohkan pedagang kue yang sebelumnya menjual jajanannya seharga 1000 rupiah. Kemudian karena hanya menambahkan bunga atau memberi kemasan maka kue tersebut laku dua kali lipat dari harga semula.

“Nah pelaku ekonomi saat ini sudah semakin pintar dan tugas kita semua memotivasi, mendukung dan membantu mereka untuk semakin berkembang,” ujarnya.(*/rls)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × 2 =