KPK Berupaya Tangkap Paksa Setnov, Pengamat Sebut Sulit Lagi Untuk Bebas

KPK Berupaya Tangkap Paksa Setnov, Pengamat Sebut Sulit Lagi Untuk Bebas

132
0
BERBAGI
FOTO: ketua DPP Golkar, Setya Novanto

Makassar, SuaraInfo.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi kediaman pribadi Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto. Kedatangan KPK adalah upaya jemput paksa Setnov terkait dugaan keterlibatan praktek korupsi e-KTP.

Setnov memang pernah menang dalam praperadilan. Hanya saja, hasil praperadilan itu sebenarnya tidak masuk dalam pokok perkara. Artinya belum masuk dalam rana pemeriksaan dakwaan. Melainkan hanya pemeriksaan administrasi dan prosedur penetapan tersangka.

“Jadi pra peradilan yang diperiksa itu adalah pemeriksaan administrasi terhadapan penyidikan dan penuntutan. Apakah secara adminstrasi alat bukti itu diambil sesuai prosedur atau tidak?. Nah itulah yang diuji, kemudian kalau dia dikabulka, misalnya hakim mengatakan tidak sesuai prosedur, penetapan tersangka pak Setya Novanto kan tidak sesuai prosedur, terlalu cepat ditetapkan tersangka tapi tidak pernah diperiksa. Itu bisa diulang lagi, diperbaiki oleh penyidik,” kata Pakar Hukum dari Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Prof Marwan Mas.

Dia mengatakan, dengan adanya proses praperadilan bisa saja menguntungkan penyidik. Alasannya, hanya melakukan penetapan tersangka ulang sesuai prosedur. Sehingga, penetapan Setya sebagai tersangka bisa saja menjadi petaka yang menjebloskan Ketua DPR RI itu masuk ke dalam jeruji besi.

 

“Kenapa menguntungkan penyidik? karena ikuti saja perintahannya itu hakim baru tetapkan ulang tersangka. Banyak yang salah kapra itu, saya kira teman-teman pengacara tau itu, dia kira kalau putusan pra peradilan dikabulkan sudah selesai itu perkara, tapi tidak. Tetap berlanjut karena bukan pokok perkara,” papar Marwan Mas.

Dia menjelaskan, bisa jadi alasan yang digunakan pada praperadilan digunakan pada saat pemeriksaan pokok perkara. Jika ini dilakukan, bisa jadi Setya bebas. Alasannya, karena KPK akan kalang kabut mencari alasan. Hanya memang, karena hal itu sudah menjadi alasan di Praperadilan, sehingga sulit lagi Setya mengelak di kemudian hari.

“Nah, karena itu dikemukakan dinpraperadilan jadi KPK tau, oh ini kelemahannya. Dia ikuti saja itu tambahkan sedikit alat bukti ditetapkan sebagai tersangka, selesai,” tuturnya.

Dia mengatakan, Setya bisa saja mengajukan praperadilan ke dua, tapi dia menilai, praperadilan kedua sudah susah untuk dimenangkan Setya.

“Kenapa? karena semua yang pertama itu sudah diikuti oleh penyidik KPK. Kemudian dia tambai lagi alat bukti yang lain. Yang lalu sayua liat itu, KPK terlalu terburu-buru menetapkan orang sebagai tersangka. Nah, pak Setnov belum diperiksa langsung ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.(**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine − six =