Kisah Inspiratif Alumni Kebidanan FKM UMI Sebagai Tenaga Kesehatan di Pelosok NTT

Kisah Inspiratif Alumni Kebidanan FKM UMI Sebagai Tenaga Kesehatan di Pelosok NTT

62
0
BERBAGI

Suarainfo.com, MAKASSAR— Sudah sebulan, Irmayanti lubis yang merupakan alumni Program Studi Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) bertugas sebagai tenaga kesehatan di salah satu daerah pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa Kebidanan FKM UMI angkatan 2010 dan meraih gelar Amd. Keb tahun 2013 ini ditempatkan di PKM Kayang, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk sampai di lokasi ini, Yanthi begitu ia biasa disapa harus membelah lautan selama 7 jam menggunakan perahu motor. Tentunya ini bukan hal yang mudah karena sewaktu-waktu ombak besar bisa datang begitu saja.

“Untuk mencapai lokasi, kami menggunakan pesawat dari Jakarta kemudian transit di Surabaya sebelum lanjut ke Kupang. Selanjutnya naik pesawat lagi dari Kupang ke Alor. Setelah itu, menyebrang lagi dari Kalabahi ke Kecamatan Pantar Laut naik perahu motor, bukan speedboat yah, waktu tempuh itu bisa sampai 7 jam perjalanan, tergantung ombak besar atau tidak,” demikian kata Yanthi membuka cerita pengalamannya.

Begitu ia sampai di lokasi, anak dari pasangan Lubis dan Ratnawati ini langsung takjub dengan keindahan alam lokasi dimana ia ditempatkan sebagai ‘Team Bacth IX’ porogram Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Saya bisa mengenal indonesia lebih dekat, Indonesia bukan cuma Jakarta, Bali, Bandung, Yogyakarta, yang sebagian besar penilain orang itu tempat yang indah. Padahal masih banyak tempat yang lebih indah dari itu, disini saya jadi lebih merasa Indonesia itu benar-benar punya banyak suku, budaya serta karakter manusianya yang berbeda-beda,” ujar Yanthi.

Bagaimana dengan tugas utama Yanthi sebagai tenaga kesehatan. Perempuan kelahiran Kota Makassar, 5 Juli 1991 ini mengungkapkan sejak minggu pertama dia telah merasahakan minimnya tenaga kesehatan di lokasinya. Namun, berbekal ilmu, pengetahuan serta pengalamannya di Kebidanan FKM UMI, permasalahannya bisa ia selesaikan.

“Setelah seminggu saya bertugas disini, disambut degan inpartu (seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan) letak kaki, sementara waktu itu Bidan Senior dan Dokter tidak ada di tempat. Cuma saya dengan Bidan Kontrak disini,” ungkap Yanthi.

“Rasanya itu deg degan, karena ini pengalaman pertamaku menolong partus dengan letak kaki, tapi alhamdulillah dgn ilmu yg qu dpt dri ibu dn pengalaman-pengalaman yang saya dapat di bangku kuliah serta tempat kerja sebelumnya, bayinya lahir sehat dan ibu selamat,” lanjut Yanthi.

Selain itu, Yanthi turut mendapatkan pelajaran tentang kerukanan ummat beragama di lokasinya.

“Selama di penempatan, saya merasakan eratnya kerukunan umat beragama disini, muslim dan non muslim jadi satu, tidak berjalan sendiri, saling memahami dan saling menjaga,”jelasnya.

Alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sinjai ini mencontohkan pada saat hari raya idul fitri.

“Jika yang muslim sedang menjalankan hari raya, yang menjaga keamanan itu non muslim, begitupun sebaliknya. Kebetulam, saya Idul Fitri disini,” tutup Yanthi.(**)

Editor: admin

TIDAK ADA KOMENTAR