
Yogyakarta, suarainfo.com– Kampung Gendeng, Kelurahan Baciro, kembali menggelar Kirab Gunungan Apem dalam tradisi Ruwahan. Tahun ini, kirab memasuki penyelenggaraan ke-13. Warga merayakan syukur, sekaligus merawat budaya yang tumbuh di tengah kampung kota.
Sejak pagi, warga memadati jalan. Mereka berdiri, menunggu, lalu ikut berjalan. Anak-anak tersenyum. Remaja berbaris. Lansia melangkah pelan namun pasti. Semua bergerak bersama.
Kirab diawali doa bersama. Setelah itu, pawai keliling kampung dimulai. Gunungan diarak. Warga bersorak. Suasana hangat dan penuh harap.

Panitia menyiapkan dua gunungan ada Gunungan Lanang dan Gunungan Wedhok. Keduanya berisi apem serta ketan kolak. Simbol doa. Simbol keberkahan.
Ketua Panitia, Fajar Ristanto, menegaskan bahwa momentum Ruwahan menjadi ruang syukur dan refleksi. Warga kemudian merayah gunungan. Mereka berebut dengan tertib. Mereka percaya berkah mengalir lewat tradisi.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir bersama jajaran DPRD dan Dinas Kebudayaan. Kehadiran ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap Kirab Gunungan Apem Ruwahan.
Hasto memuji kekuatan gotong royong warga. Ia menilai semangat kebersamaan tetap terjaga meski berada di wilayah perkotaan.
Ia juga menegaskan makna Ruwahan sebagai ajakan bersih lahir dan batin. Karena itu, ia mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan. Tidak ada sampah liar. Tidak ada rumput liar. Kota harus resik. (Raja).
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red).



































































































Tinggalkan Balasan