KEMA Geruduk Kantor Komisi Yudisial, Tuntut Hakim PT TUN Diperiksa

KEMA Geruduk Kantor Komisi Yudisial, Tuntut Hakim PT TUN Diperiksa

62
0
BERBAGI
Ketgam: Aliansi Kesatuan Aksi Mahasiswa Makassar unjuk rasa di Kantor Komisi Yudisial, Jl. Andi Mappanyukki, Jumat (23/3/2018)

Suarainfo.com, MAKASSAR— Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Kesatuan Aksi Mahasiswa Makassar (KEMA) menggelar unjuk rasa di Kantor Komisi Yudisial (KY) Makassar, Jl. Andi Mappanyuki, pada Jumat (23/03/2018).

Aksi ini digelar berkaitan dengan Putusan PT TUN yang dinilai sangat tidak objektif dalam mengambil keputusan pada sidang sengketa Pilwalkot Makassar Rabu 21 Maret 2018.

“Kita turun kejalan bukan karena memihak atau mendukung salah satu calon tapi bagaimana kita mengembalikan demokrasi di kota Makassar yang sangat tercederai karena ulah hakim di PT TUN. Kita menginginkan Komisi Yudisial agar segera memeriksa Hakim yang memimpin sidang sengketa Pilwalkot Makassar kemarin,” Jenderal Lapangan KEMA, Arwan Haspri.

Tak hanya itu, Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Makassar ini menilai putusan hakim PT TUN yang memenangkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Munafri Arifuddin- Andi Racmatika Dewi (Appi-Cicu) dinilai
berat sebelah, lantaran sebelumnya pihak Panwaslu menolak gugatan tersebut.

“Yang mengherankan bagi kami, Panwaslu telah menolak gugatan tersebut tapi ternyata PTTUN mengabulkan, ini kan menjadi pertanyaan, kok tiba-tiba diterima jangan sampai ada kongkalikong,” tanyanya.

Dikesempatan itu, aliansi KEMA juga melayangkan surat kepada Komisi Yudisial untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap ketiga hakim PT TUN, yakni H.Edi Supriyanto SH.MH (Hakim Ketua),H.L Mustafa Nasution SH.MH (Hakim Anggota),Hj,Evita Mawulan Akyati SH.MH (Hakim Anggota). (*/rls)

Editor: admin

TIDAK ADA KOMENTAR