HMI Komisariat Ekonomi Berantakan Pasca Ditinggal Pengurusnya

HMI Komisariat Ekonomi Berantakan Pasca Ditinggal Pengurusnya

189
0
BERBAGI
FOTO: Ilustrasi, logo HMI/SuaraInfo.com

Makassar, SuaraInfo.com –– Demisioner Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Ekonomi, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Cabang Gowa Raya usai melepas jabatannya telah meninggalkan sejumlah PR/ masalah bagi lembaganya sendiri.

Komisariat HMI yang dinahkodai Idil Adhari selaku pekasana tugas tengah menggelar Rapat Anggota  Komisariat (RAK) ke II. Rapat tersebut telah dibuka secara resmi di Gedung KNPI Kota Makassar, Minggu (12/3/2017). Namun pada repat tersebut malam mengalami penundaan selama dua kali.

Kedati, Forum yang sempat deadlock telah berlanjut kembali di Ruko Perumahan Polong Indah Paccinongan, Kabupaten Gowa,  tempo hari, Minggu (16/03/2017), namun berujung pada hal yang sama.

Coordinator stering (Coster) Commite rapat anggota komisariat (RAK) HMI Komisariat Fakultas Ekonomi, Unismuh Makassar, cabang Gowa Raya, Sewang, SE. MM, nyatakan rapat tertinggi tingkatan komisariat tersebut belum rampung, sejak dibukanya secara resmi tempo hari,

Namun salah satu anggota stering lainya yakni, Muhammad Ridwan yang juga mantan ketua umum komisariat tersebut nekat melanjutkan sidang pada forum itu tanpa mempertimbangkan efek yang ditimbulkan atas tahapan sidang yang telah di labrak.

alhasil dalam RAK dadakan ini, telah terpilih ketua formatour versih Rumah Polong Paccinongan Kabupaten Gowa, yakni  Hariyanto Hadinata.

Terpilihnya ketua formatur versi Rumah Polong ini, kuat mengarah terpilihnya ketua formatur yang lain, secara tahapan sidang belum sepenunhya rampung hingga membuka lebar potensi terjadinya dualisme kepemimpinan.

Menaggapi perihal tersebut. Ridwan yang dikonfirmasi via selular enggan menggubris telepon awak media, tanpa ada penjelasan hingga berita ini diturunkan. Entah apa alasan dirinya enggan berkomentar terkait polemik yang menyorotinya.

Senada ungkapan, Demisioner Pelaksana Tugas pada komisariat ini, Idil Adhari, menyatakan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya adalah inisiatif darinya, padahal dirinya sudah memandat stering untuk menjalankan forum tersebut, namun tetap ia labrak mesti tanpa stering yang mengawalnya.

“Kasian anak – anak terlalu lama akibat dipending, jadi kalau stering tidak lanjutkan maka, kami akan lanjutkan,” ujarnya via whatsapp.

Terpisah, Coordinator stering Commite pada RAK ini menyatakan dengan tegas, bahwa RAK Versi Rumah Polong tidak melalui tahapan sidang, pasalnya, forum saat itu ia nyatakan  pending dalam waktu yang tidak ditentukan, mengingat kondisi forum yang tidak steril, hingga ia pun mengambil langkah preventif menunda sidang tersebut, setelah merapatkan di jajaran stering.

“Saya nyatakan RAK versi Rumah Polong tidak melewati tahapan sidang, padahal saya sudah pending mengingat banyak peserta membawa Sajam dalam forum, padahal itu sudah melanggar tata tertib yang disepakati dan juga ini menyangkut hal hak yang tidak diinginkan,” ujar, Sewang, yang juga anggota MPK Komisariat ini via selular, Rabu (22/03/2017).

Senada, anggota stering Commite pada sidang yang sama, yakni Putra Bangsawan pun menyatakan hal yang demikian bahwa, RAK cacat secara tahapan serta aturan main yang berlaku, bahkan ia menyesalkan tindakan nekat pengurus demisioner yang ini konstitusional.

“Saya pun nyatakan RAK tersebut tidak melewati tahapan atau cacat, karena, tidak ada yang mengesahkan konsederan hasil RAK, dan saya tidak merasa menandatangani hasil sidang itu, begitupun penetapan formatur terpilih,” tuturnya, saat ditemui diwarkop bilangan Jl. Topas Raya.

Diwaktu yang berbeda, di konfirmasi Ketua Formatour HmI Cabang Gowa Raya, Andi Jimmy Rusman menyatakan dirinya tidak akan mencampuri polemik komisariat tersebut, dan tidak akan mengambil tindakan jika tidak terselesaikan secara paripurna.

“Saya tidak akan campuri itu, dan saya serahkan semua pada tahapan yang sifatnya sesuai koridor, ” ujarnya via selular.(**)

(Reporter: Mat/SuaraInfo.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three × two =