Dua Bulan “Wait and See”, Caleg PAN Irwan Ternyata Kerja Senyap

Dua Bulan “Wait and See”, Caleg PAN Irwan Ternyata Kerja Senyap

0
BERBAGI

 

FOTO: Irwan Juma,SKM., M,Kes dan Zakariah Ambo Lapaleng, S,Farm,.Apt,.M,Kes/SuaraInfo.com

BULUKUMBA, SuaraInfo.com – Calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bulukumba dari Partai Amanat Nasional (PAN), Irwan.SKM., M.Kes memiliki langkah strategis tersendiri dalam disisa masa kampanya yang terhitung kurang lebih satu setengah bulan lagi.

Irwan mengaku, dua bulan terakhir pihaknya memang cenderung ‘wait and see’, sehingga nyaris semua gerakan politik dilakukan dengan seyap dan tanpa publikasi.

“Kita wait and see yah. Tapi gerakan politik elektoral tetap jalan. Cuma kita senyap, tidak ingin terbaca. Alhamdulillah sampai saat ini, analisa teman-teman, gerakan kita berefek signifikan,” kata Deng Iwan, sapaan akrabnya, Jumat (1/3/2019).

Saat ditanya gerakan politik elektoral yang dilakukan dua bulan terakhir, Caleg muda PAN ini enggan untuk membeberkannya. “Namanya juga gerakan senyap, cukuplan di internal kami yang tahu,” ujarnya.

Caleg Dapil 4, meliputi Kecamatan Kajang, Herlang dan Bontotiro ini, menuturkan, kampanye konfensional yang dia lakukan ditindak lanjuti dengan pemetaan peluang berbasis data. Sehigga, lanjut dia, dari kurang lebih 300 titik yang dia kunjungi selama dua bulan terakhir, semua tercatat dalam data base Irwan.

“Kurang lebih 300 titik selama dua bulan yah. Rata-rata satu hari itu ada 5 titik. Jadi di 300an titik itu, kita pasti punya peluang dan ada dalam data. Ini yang akan kita tindak lanjuti kedepanya. Jadi dalam bahasa kita sebut ‘enter poll’. Kepastian dukungan sebeluk ke TPS,” ujar Caleg nomor urut 7 ini.

Tidak hanya itu saja, Irwan bahkan sudah merapikan jaringan TPS. Namun, menurutnya, jaringan TPS belum bisa disebut final. “Kan kita bentuk jaringan dari dulu, dari Kecamatan turun ke Desa dan Kelurahan, kemudian menyentuh TPS. Ini yang sementara kita mantapkan. Tapi kan, pemilih ini masih cenderung dinamis. Sehingga kita mewanti-wanti untuk terus menjaga jaringan yang ada,” tandasnya, didampingi timnya Ahmad Khanafi.

Masih lanjut Irwan, dari awal dirinya hanya menargetkan 3.500 data base calon pemilih, namun seiring perjalanan gerakan politiknya, data base membludak sehingga target ditambah menjadi 5.000 data base.

“Kalau data base sudah cukup sementara target tidak ditambah, bisa-bisa teman-teman tidak jalan lagi kan. Makanya target kita tambah. Dan satu yang selalu saya sampikan kepada teman-teman. Bahwa ini baru data, belum tentu memilih kita. Bisa saja Margin of Errornya besar, bisa juga kecil. Skala errornya tergantung dari kerja-kerja teman-teman lah,” tandasnya.

Sementara itu, Ahmad Khanafi menyebut telah mengantongi bocoran survei peta politik di Dapil 4. Dia mengakui, pihaknya memang tidak melakukan survei internal, namun bocoran survei itu sudah dia pelajari.

“Saya tidak dalam posisi mengomentari bahwa survei itu benar atau tidak, pesanan atau bukan. Yang pasti memang ada kecenderungan kesamaan dengan analisa teman-teman berdasarkan temuan informasi di lapangan. Dan Alhamdulillah, kami dalam posisi diuntungkan, kalau ada 10 kuota kursi di Dapil 4, mungkin nama Deng Iwan sudah ada di 10 besar itu. Tidak etis kita sebut surveinya yah, apakah anilisis media, vooting? Tidak etis saya sebut secara tekhnis,” ujar Khanafi.

Masih lanjut Khanafi, dia juga meyakini jika mayoritas Caleg PAN di Dapil 4 bekerja maksimal hingga hari pemilihan, maka peluang PAN untuk mendapatkan dua kursi itu sangat terbuka lebar. Menurutnya, dari hitungan persentase keterpilihan partai, dari semua partai peserta Pemilu, memang ada dua partai yang relatif kuat. Pengaruhnya, karena mayoritas Caleg bekerja. Jikapun ada yang tidak signifikan, cuma satu sampai dua Caleg saja.

“Jadi kita bisa lihat, memang ada partai yang sebagian Calegnya sudah mulai tidak bekerja. Ada pula, yang gerakan politiknya makin dimassifkan. Yang bekerja hingga hari H itu pasti mereka yang merasa memiliki peluang terpilih besar. Dan yang menguntungkan PAN di Dapil 4, karena Calegnya merasa memiliki peluang yang sama, sehingga sangat membantu elektoral partai,” kata dia.

Saat ditanya lebih juah soal nama-nama yang berpeluang berdasarkan hasil survei yang dia kantongi, Khanafi enggan untuk membeberkan. “Saya tidak dalam kapasitan menyampaikan yah. Tidak etis rasanya,” tandas Khanafi.(*)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR