Deng Ical Ajak Rekan Media Hambat Penyebaran Virus HIV AIDS

Deng Ical Ajak Rekan Media Hambat Penyebaran Virus HIV AIDS

0
BERBAGI
FOTO: Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan berbincang dengan sejumlah awak media/Rabu, 1 Maret 2017/CR

Makassar, SuaraInfo.com — Wakil Walikota Makassar, DR Syamsu Rizal MI bersama rekan rekan media di Rabu pagi mencoba menyusun kekuatan secara bersama menahan dan mengurangi penyebaran virus HIV dan AIDS, berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kota Makassar, Rabu (1/3/2018).

Hal ini dilakukan mengingat HIV AIDS merupakan salah satu bahaya laten, yang membutuhkan kerjasama dari berbagai elemen agar dapat memperlambat laju penyebarannya.

“Virus HIV AIDS menjadi bahaya laten, dikarenakan mampu menhancurkan peradaban, jika tidak dilakukan gerakan bersama guna menghambat proses penyebarannya, serta melakukan pendeteksian dini,” ujar ketua PMI kota Makassar.

Untuk data ODHA di tahun 2016 lalu tercatat lebih dari 5.000 jiwa sedangkan di tahun 2017 mencapai lebih dari 6.000 jiwa. Dalam jangka waktu setahun peningkatan ini menurut Deng Ical sangat memprihatinkan, apalagi jika diperlakukab teori gunung es.

“Dengan teori gunung es, jika tercatat lebih dari 6.000 jiwa masyarakat kota Makassar terjangkit virus HIV AIDS, maka kemungkinan yang belum terdeteksi mencapai 60 ribu jiwa atau sekitar 3 persen dari jumlah masyarakat,” ujarnya.

(BACA JUGA: Kukuhkan PMR SMK 4 Makassar, Ini Pesan Deng Ical)

(BACA JUGA: Deng Ical Kukuhkan Pengurus Friends Forever Community)

Untuk itu, dibutuhkan pemahaman bagi seluruh masyarakat agar dapat mencegah penyeberan virus ini.

“Ada 3 cara yang paling memungkinkan terjadinya penularan, yakni melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan juga penularan melalui ibu ODHA kepada bayi yang dikandungnya,” lanjut deng ical.

Saat ini, telah tersedia obat yang mampu mencegah berkembangnya virus HIV AIDS dalam tubuh, namun belum mampu mematikan virus tersebut, sehingga perlu dilakukan gerakan massif untuk mencegah berpindahnya virus tanpa mendeskriminasi ODHA.(**)

(Reporter: Armah/SuaraInfo.com)

BERBAGI

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two × one =