Beredar Video Keterangan Pembunuhan Mursalim, PPM Sulsel Ajak PN dan Publik Jeli

Beredar Video Keterangan Pembunuhan Mursalim, PPM Sulsel Ajak PN dan Publik Jeli

186
0
BERBAGI

Makassar, SuaraInfo.com – Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan (PPM Sulsel) mempertegas sikapnya untuk terus mendampingi keluarga kasus dugaan pembunuhan tidak wajar almarhum Musrsalim. Penegasan ini lantaran PPM geram adanya video yang beredar di sosial media diduga berkaitan dengan kesaksian atau keterangan palsu.

Ketua PPM Sulsel, Muhammad Akbar menegaskan, kuat dugaan video yang beredar adalah settingan untuk mengalihkan isu sesungguhnya. Menurutnya, status yang berbicara dalam video adalah terdakwa dan sangat tidak masuk akan menjadi barang bukti, apalagi dalam bentuk video yang direkam di balik jeruji besi.

“Para penggungah vidio yang belakangan ini memberikan berapa kesaksian sebenanrnya mereka kini berstatus terdakwa atas kasus pembunuhan Mursim dan tinggal menunggu putusan Hakim,” kata Akbar, Rabu (13/6/2018).

Dia menuturkan, saat ini pelaku sudah berada dalam Rutan dan tinggal menunggu putusan Hakim PN Sungguminasa Gowa. Olehnya, dia meminta hakim untuk jeli melihat video tersebut dan mengeluarkan putusan yang obyektif.

“Apapun yang mereka katakan itu tidak sepantasnya kita anggap benar atau terpancing, apa lagi dalam vidio yang bernama Galang. Dia itu sesungguhnya adalah terdakwa. Dia juga menyebut dalam vidio Kematian Iwang Gonrong yang karna difitnah dan ditembak saat melarikan diri, kami anggap adalah upaya untuk menggoyahkan keputusan Hakim, karna kasus tertembaknya Iwan Gonrong itu sudah menempuh jalur Hukum atau prapradilan pada saat itu. Artinya persoalan hukum sudah selesai sebelum vidio dibuat,” tegas Akbar.

Masih lanjut Akbar, terkait vidio yang diunggah di media sosial, pihaknya sudah tau jauh hari sebelumnya. Dia menceritakan, video itu pernah dihadirkan di pengadilan.

“Jadi inggal hakim saja untuk menilai vidio tersebut apakah terstruktur dan terencana atau tidak, dan sangat ironi atau lucu bagi kami karna vidio tersebut dibuat didalam rutan dan Galang yang dalam vidio berstatus terdakwa, jadi keterangan yang ada di vidio sangat subjektif dan tidak dapat dianggap sebagai alat bukti saksi sesuai dengan UU No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP,” tuturnya.

“Jadi agar kiranya publik mengikuti tahapan persidangan kasus pembunuhan di sungai Jeneberang yang pada saat ini memasuki tahapan penuntutan sampai dengan tahapan pembacaan putusan Hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa, sehingga tidak terjebak dalam opini yang dibangun oleh terdakwa, dan kami berharap kepada hakim yanh menangani kasus ini agar memeberikan hukuman setimpal sesuai perbuatan dan aturan yang berlaku,” tandasnya.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR