Begini Pengakuan Mukhtar Tompo Atas Perlakuan Kasar Bos PT Freefort Indonesia

Begini Pengakuan Mukhtar Tompo Atas Perlakuan Kasar Bos PT Freefort Indonesia

291
0
BERBAGI
FOTO: Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Hanurah/Mukhtar Tompo/CR/SuaraInfo.com

Makassar, SuaraInfo.com – Anggota Komisi VII DPR, Mukhtar Tompo menceritakan soal peristiwa perlakuan kasar Presiden Direktur PT Freefort Indonesia, Chappy Hakim terhadap dirinya.

Dikabarkan perlakuan yang tidak lazim terhadap anggota DPR RI itu dilakukan Chappy Hakim usai rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi VII dengan PTFI dan sejumlah perusahaan lain, Kamis (9/2/2017) kemarin.

Muchtar mengaku saat itu dirinya berniat baik menghampiri Chappy untuk bersalaman, namun Chappy malah menepis tanganya dan menunjuk-nunjuk dada Muchtar sambil berkata kasar.

“Assalamualaikum, Jenderal. Saya ucapkan salam, saya mau salaman langsung ditampik saya punya tangan,” kata Mukhtar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

“Dia bilang, apa kau, jangan macam-macam. Mana tidak konsisten? Saya konsisten, awas kau,” ungkap Mukhtar menirukan ucapan Chappy, yang menurutnya saat itu mata Chappy sudah merah.

Lebih lanjut Putra kelahiran Kabupaten Jeneponto ini mengaku kaget setalah diperlakukan seperti itu oleh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu. Apalagi, lanjutnya usai melakukan perbuatan yang tidak lazim ini Chappy langsung meninggalkan ruangan rapat Komisi VII DPR RI. Bahkan dia mengaku merasa diteror oleh perlakuan tersebut.

Lanjut Muchtar menceritakan, usai inseden tersebut, sejumlah pimpinan perusahaan lainya termasuk PTFI langsung menghampirinya untuk meminta maaf, sementara Chappy sudah meninggalkan ruangan rapat.

Diapun merasa heran, karena selama rapat berlangsung tidak ada masalah, dia mengaku hanya mengingatkan PTFI untuk konsisten memberikan jawaban soal perkembangan membangun smelter.

Selain itu dua juga mengaku hanya mengingatkan PTFI soal Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

“Perasaan tidak ada sesuatu yang keliru yang saya lakukan. Kalau kritik, itu wajar saya sebagai anggota dewan,” tandasnya.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × 3 =